Grammar Itu Tidak Penting Dalam Belajar Bahasa Inggris!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Grammar Itu Tidak Penting Dalam Belajar Bahasa Inggris!
Grammar Itu Tidak Penting Dalam Belajar Bahasa Inggris!

Hello English learners! Apa kabar semuanya? Di era sekarang penggunaan bahasa Inggris begitu masif. Bisa kita temui dalam konten-konten sosial media. Yang menjadikan bahasa Inggris menjadi “lumrah” di Indonesia. Rasa-rasanya, sekarang ini kalau kamu tidak bisa bahasa Inggris kamu termasuk orang ketinggalan jaman. Betapa tidak, sumber informasi dalam bahasa Inggris jauh lebih banyak dan lebih baik jika dibandingkan dengan informasi dalam bahasa Indonesia. Intinya bahasa Inggris adalah skill yang harus kamu peroleh di masa ini.

Namun di artikel kali ini saya akan berbicara tentang apakah grammar diperlukan dalam mempelajari bahasa Inggris atau agar ngomong lebih lancar? Jawabannya adalah ternyata grammar itu tidak penting dalam mengakuisisi bahasa Inggris. Untuk lebih jelasnya mari kita simak pembahasannya di bawah ini.

Kesalahan dalam Belajar Bahasa Inggris

Kita umumnya mulai belajar bahasa Inggris adalah ketika masuk ke sekolah dasar. Lanjut lagi ke SMP, SMA, sampai kuliah. Bahkan ada beberapa yang menambah jam belajar bahasa Inggris dengan mengikuti kursus atau les privat. Namun banyak orang banyak mengeluhkan tentang lamanya waktu belajar, tapi tidak sebanding dengan hasilnya. Walaupun sudah belajar selama bertahun-tahun, tetap saja tidak bisa berbicara dengan lancar. Padahal anak kecil berumur 2 atau 3 tahun yang tinggal di Amerika, sudah lancar berbicara.

Selain mungkin metodenya yang pasif, salah satu kesalahan umum dalam belajar bahasa Inggris adalah terlalu banyak belajar grammar. Setiap kali kita masuk ke jenjang sekolah, kita pasti belajar tenses-tenses yang sama. Contohnya tentang tenses simple present tense, di SD belajar, di SMP belajar, dan di SMA pun belajar lagi. Namun tetap saja lupa, dan tidak tahu cara pemakaian dalam percakapan bahasa Inggris. Di sini kita sadari bahwa ada yang salah dalam proses belajarnya. Salah satunya adalah belajar grammar. Karena grammar itu tidak penting!

Kenapa Grammar Itu Tidak Penting?

Ketika sudah belajar grammar terlalu lama, atau mempelajari bahasa Inggris dimulai dengan grammar. Hal itu akan merusak “speaking” kamu, karena grammar itu akan menjadi monitor dipikiranmu yang selalu mencoba mengoreksi apa yang akan kamu katakan. Apakah kalimat ini grammar-nya benar? Kalau konteks ini pakai tenses simple past atau past perfect ya?

Nah, bagaimana kita akan jadi pembicara yang fasih sementara di pikiran kita terus terngiang-ngiang pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Faktanya adalah kamu tidak membutuhkan grammar untuk menjadi English speaker yang baik. Kamu tahu siapa yang belajar grammar? Mereka yang belajar bahasa Inggris untuk keperluan akademik. Mereka yang akan menghadapi ujian kompetensi bahasa Inggris yang tentunya akan ada beberapa aturan grammar dalam soal-soalnya. Sedangkan untuk berbicara? Tidak perlu!

Mari kita lihat contoh ketika kita masih kecil dan sedang belajar bahasa ibu kita, kita bisa berbicara dengan lancar walaupun tidak belajar grammar. Dan ketika kita membuat kesalahan tidak ada orang yang mengoreksi grammar kita. Pertanyaannya, kenapa kita tidak mengikuti cara bayi dalam mengakuisisi bahasa? Oleh karena itu, jangan belajar grammar!

Baca juga: Peribahasa Bahasa Inggris Yang Harus Kamu Tahu

Kapan Kita Fokus terhadap Grammar

Apakah kamu tahu kapan kecenderungan kita untuk mendapatkan grammar yang bagus dan kemampuan bicara yang fasih? Yaitu ketika kita banyak mendengarkan konten berbahasa Inggris. Kunci utamanya memang ada di listening. Khususnya bagi kamu yang ingin meningkatkan speaking skill, bukan writing atau reading. Karena writing dan reading pendekatannya berbeda. Tentu saja dengan memiliki speaking skill yang bagus, kemampuan reading juga akan meningkat. Tapi untuk hal itu saya akan bahas di artikel lainnya.

Kembali ke pembahasan grammar tadi. Saya banyak menemukan orang-orang yang fokus belajar grammar selama bertahun-tahun, namun speaking skill-nya tidak bagus. Inilah yang menjadi masalah, karena pendekatannya untuk mempelajari bahasa benar-benar salah. Jadi, kita harus fokus ke mana? Pertama, berhenti untuk fokus ke grammar. Yang kedua, mulai mendengarkan native speaker, orang-orang yang berbicara bahasa Inggris, konten-konten berbahasa Inggris. Semakin banyak kamu mendengarkan maka semakin banyak kamu akan belajar. Intinya dengan kegiatan mendengarkan ini akan meningkatkan tingkat kefasihan. Karena dengan mendengarkan, kamu jadi bisa meniru apa yang kamu dengar.

Fokus pada frasa atau kumpulan kata

Fokus pada Frasa atau Kumpulan Kata

Saya ingat waktu belajar bahasa Inggris di sekolah dulu. Saya dan kebanyakan teman saya juga sering membuat daftar kata bahasa Inggris (beserta artinya) yang panjang, yang nantinya akan dihafal dan diuji oleh guru di kelas. Waktu itu saya tidak masalah dengan hal ini dan saya bisa menghafal ratusan kata. Saya berpikir memang seperti inilah belajar bahasa Inggris. Namun ketika praktik berbicara, saya menemukan beberapa kesulitan. 

Saya bisa mengerti maksud dari lawan bicara saya, namun ketika saya coba untuk membalas, rasanya kosakata yang saya hafal raib entah kemana, kadang-kadang ingat tapi sulit untuk menyusunnya jadi kalimat, karena yang saya pikirkan hanyalah kata per kata. Jadi, yang paling tepat adalah dengan menghafal atau mempelajari kumpulan kata atau frasa. 

Ketika kamu mendengarkan secara terus menerus, pasti lama-lama kamu akan menangkap frasa tersebut. Contohnya kamu mendengar “How’s it going?”, dengan konteks yang ada kamu akan mengerti ini dipakai untuk menyapa yang memiliki arti sama dengan “How are you?” Atau kamu mendengar frasa “Let’s go!” Yang dipakai untuk mengajak untuk melakukan sesuatu. Kemudian kamu bisa pakai untuk konteks lain, let’s do this, let’s eat, let’s watch a movie. Di sini kamu mempelajari frasa, bukan kata per kata.

Jadi, yang ada di pikiran kamu bukan arti kata per kata, melainkan frasa dengan fungsi dan tujuan penggunaanya. Nantinya, ketika kamu diajak bicara bahasa Inggris, dan saat kamu membalas percakapannya, frasa-frasa yang telah kamu pelajari akan keluar secara otomatis. Inilah yang dinamakan fluent atau fasih.

Grammar akan Kamu Dapatkan secara Otomatis

Mempelajari frasa atau kalimat adalah kunci untuk mendapatkan grammar yang bagus. Yang harus kamu lakukan adalah fokus ke comprehensible input. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, yaitu fokus ke listening. Selain itu, membaca juga salah satu aktivitas yang powerful. Dengan membaca kamu akan mempelajari frasa dan grammar. Namun, jangan membaca buku grammar, bacalah buku-buku yang sifatnya menyenangkan. Seperti buku novel, komik, majalah, dll. Untuk penjelasan terkait comprehensible input kamu bisa baca artikel ini ““.

Dengan fokus pada comprehensible input, kamu akan secara otomatis belajar grammar juga. Karena kamu fokusnya ke frasa buka ke individual word. Ketika nantinya kamu menemukan kalimat yang salah, contohnya seperti “I go to New York yesterday”, pasti kamu akan merasa ada sesuatu yang salah, karena kamu sering menemukan frasa dengan konteks lampau menggunakan kata went bukan go. Inilah ajaibnya ketika kamu fokus pada listening dan reading. Kamu tidak harus menghafal rumus-rumus tenses yang banyak itu. Kamu akan jadi master secara otomatis.

“Ujian kompetensi bahasa Inggris yang memang di sini kamu harus belajar grammar”

Kesimpulan

Semua hal yang dibahas di atas adalah dalam konteks agar bisa berbicara dengan lancar, bukan untuk menghadapi ujian kompetensi bahasa Inggris yang memang di sini kamu harus belajar grammar. Contohnya ketika kamu akan menghadapi tes TOEFL atau IELTS, kemampuan writing, vocabulary dan grammar kamu akan menjadi salah satu komponen utama untuk mengetahui English skill-mu. Di sini kamu harus menyisihkan waktumu untuk belajar grammar lebih dalam.

Namun, ketika kamu ingin menjadi fasih atau lancar, sekali lagi jangan belajar grammar! Itulah alaminya dalam belajar bahasa. Seperti yang kita lakukan dalam mengakuisisi bahasa ibu kita waktu kecil. Fokus ke comprehensible input dan perbanyak praktik tentunya.

Nah, bagi kamu yang butuh teman praktik yang akan membantu menaikan tingkat kefasihan, kamu bisa mendapatkannya dengan mengikuti kursus bahasa Inggris. Mulai sekarang coba untuk mencari kursus bahasa Inggris online terbaik yang ada di kotamu. Fluentz menjadi salah satu lembaga terbaik yang membantumu mencapai goal-mu. Di sana akan ada tutor profesional bersertifikat C1 dari CEFR British Council yang akan memmbantu dan mengarahkanmu dalam pembelajaran. 

 

Fluentz perfect for online courses and other institutes. It’s a complete solution with lms features and functionalities.

Contact Us

STC Senayan Lantai 2 Ruang 89 Jalan Asia Afrika Pintu IX Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270.

0813-9176-8718

 

Chat Sekarang
Hari ini sedang ada Promo bonus sampai 5 sesi! Yuk, langsung chat Mimintz 😎