Belajar Bahasa Inggris Ala Anak Jaksel, Susah Atau Gampang Sih?

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Belajar Bahasa Inggris Ala Anak Jaksel, Susah Atau Gampang Sih?

Belajar Bahasa Inggris Ala Anak Jaksel, Susah Atau Gampang Sih? – Halo semua! Sekarang ini sedang marak-maraknya anak Jaksel yang selalu menyelipkan bahasa Inggris di setiap percakapannya. Pasti kalian pernah mendengar kata literally, which is, deep talk, love language, dll. Terdengar keren ya? Tapi, apakah kalian sudah tahu cara supaya penggunaan kata-kata tersebut tidak salah penempatan pada saat pengucapannya?

Di artikel kali ini, kita akan belajar bahasa Inggris ala anak Jaksel agar kalian juga bisa terlihat lebih keren. Sebelum itu, kita akan menjelaskan kalau bahasa Inggris yang digunakan oleh ‘anak Jaksel’ itu dasar penggunaannya adalah code mixing. Code mixing sendiri merupakan adanya pencampuran atau frasa satu bahasa ke dalam konteks kalimat bahasa yang lain atau bahasa yang berbeda. Nah, untuk di konteks ini adalah pencampuran antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

Bagi kalian yang sudah biasa dalam belajar bahasa Inggris pasti kalian tidak akan kebingungan dalam penggunaannya, tetapi jika belum terbiasa atau belum mengerti dalam belajar bahasa Inggris kemungkinan kalian akan sulit untuk mencampurkan kedua bahasa tersebut.

Seperti yang sudah kita bahas di atas tadi, banyak kata-kata yang dapat disatukan dengan bahasa Indonesia, seperti contoh di bawah ini:

1. Literally

Literally ini termasuk dalam ke dalam adverb atau kata keterengan yang menunjukkan adanya apa yang kita maksud sesuai dengan apa yang akan kita katakan.

Seperti contoh:

  • He lives a hundred miles away

Jika kita sisipkan dengan ‘literally’ akan menjadi;

  • He literally lives a hundred miles away

Untuk di kalimat pertama itu kita menggambarkan kalau subject “he” ini tinggalnya jauh. Lalu jika di kalimat kedua itu menggambarkan jarak rumah si subject ini benar-benar atau persis 100 miles jauhnya.

Misalkan kita beri contoh dalam bahasa Indonesia akan menjadi seperti:

  • Aku sudah memberitahu dia 200 kali.
  • Aku sudah memberitahu dia literally 200 kali.

2. Which/Which is

Which/which is ini termasuk dalam pronoun yang dimana kata ini digunakan untuk merujuk ke sebuah benda atau ide yang bisa juga digunakan untuk pertanyaan untuk menanyakan sebuah pilihan.

Kita berikan contoh seperti:

  • Which size would you like, small, medium or large?
  • My bike, which is bigger than yours, is expensive.

Jika contoh dalam kalimat bahasa indonesianya akan menjadi seperti ini:

  • Kalau aku sih lebih suka motor klasik, which is lebih keren.

3. Confuse

Confuse ini termasuk dalam verb yang bermakna menyebabkan seseorang itu merasa bingung. Namun di dalam penggunaannya biasanya ada yang keliru karena mereka lupa menambahkan –ed/-ing.

Misalkan contoh yang pertama menggunakan -ed menjadi Confused. Nah, confused sendiri merupakan adjective atau kata sifat yang menggambarkan perasaan seseorang yang merasa bingung.

Contoh kalimatnya seperti:

  • He was so confused that he read the instructions.

Kalimat yang kedua menjadi confusing yang bermakna sesuatu ini ada yang membingungkan.:

  • The forum was so confusing that she switched off her computer.

Lalu jika kedua contoh itu digabung akan menjadi:

  • I am confused with this confusing event.

Baca juga: Giving Advice And Making Offers

Dalam bahasa Indonesia penggunan kata confuse akan menjadi seperti:

  • Dia semakin buat aku confused sama pertanyaan-pertanyaan yang confusing itu.

4. Prefer

Prefer ini termasuk ke dalam verb yang bermakna kita bisa gunakan untuk menyatakan menyukai satu hal untuk membandingkan satu hal dengan hal lainnya.

Contoh dalam bahasa Inggrisnya jika menggunakan verb akan menjadi seperti:

  • I would prefer to go to Yogyakarta.

Jika menggunakan adverb akan menjadi seperti:

  • She usually prefers to go alone.

Yang terakhir jika menggunakan preposition akan menjadi seperti:

  • I prefer strawberries over apples.

Kalau contoh dalam kalimat bahasa indonesia nya akan menjadi seperti:

  • Aku sih prefer lagu korea daripada lagu barat.

 

Nah, itu tadi adalah beberapa kata yang sering digunakan oleh anak Jaksel. Masih banyak lagi frasa-frasa yang digunakan anak Jaksel, tetapi kita akan bahas di lain waktu. Code mixing yang dilakukan anak Jaksel sebenarnya tidak terlalu bagus kalau kamu ikut menggunakannya terus-terusan, lebih baik kalau mau bicara bahasa Inggris, seharusnya sepenuhnya dalam bahasa Inggris. Jangan terlalu banyak mencampur kata. Kecuali kalau kamu memang sedang dalam proses pembelajaran.

Kalau kamu memang ingin benar-benar meningkatkan bahasa Inggris tanpa mencampur dengan bahasa Indonesia, tentunya harus ada keseriusan dan dedikasi. Coba untuk mencari language partner yang akan membantumu untuk praktik. Kalau tidak, kalian mengikuti mencari kursus bahasa Inggris online terbaik yang ada di kotamu. Kenapa online? Karena ini akan memudahkan kalian dalam belajar. Kalian bisa belajar di mana saja dan kapan saja. Tanpa harus terjebak macet dalam menuju ke tempat kursus. Nah, salah satu Lembaga yang memenuhi kriteria tersebut adalah Fluentz. Lembaga ini mempunyai metode khusus yang bernama NFP. Kami mengembangkan metode dari pakar bahasa Dr. Stephen Krashen, yang mengkhususkan pada comprehensible input, fokus pada praktek. Dan di kelas hanya menggunakan bahasa Inggris. Sehingga, membuat kamu terus praktik di setiap kelasnya.

Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap terkait program kursus Fluentz, kamu bisa menghubungi admin kami di nomor +62 813-7645-4665.

Fluentz perfect for online courses and other institutes. It’s a complete solution with lms features and functionalities.

Contact Us

STC Senayan Lantai 2 Ruang 89 Jalan Asia Afrika Pintu IX Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270.

0813-9176-8718

 

Chat Sekarang
Hari ini sedang ada Promo bonus sampai 5 sesi! Yuk, langsung chat Mimintz 😎