Hi, Fluentzies!
Kamu lagi siapin berkas buat daftar beasiswa ke luar negeri? Kalau iya, kamu pasti tahu kalau salah satu syarat utama yang wajib dipenuhi adalah sertifikat tes Bahasa Inggris internasional. Tapi dari sekian banyak tes, muncul pertanyaan besar, harus ambil yang mana yaa? Duolingo English Test? TOEFL iBT? Atau IELTS?
Ternyata sobat Fluentz, masing-masing tes itu punya karakter dan kebutuhan sendiri. Dan penting banget buat kamu untuk nggak salah pilih, apalagi kalau tujuannya beasiswa.
Yuk kita bahas satu-satu secara detail di artikel ini!
Fungsi Tes Bahasa Inggris dalam Pendaftaran Beasiswa 2026
Tes Bahasa Inggris itu dipakai sebagai bukti kemampuan akademik dan komunikasi kamu dalam lingkungan internasional.
Mayoritas kampus dan institusi beasiswa butuh jaminan kalau kamu bisa paham materi kuliah, berdiskusi, menulis esai, dan presentasi dalam Bahasa Inggris. Biasanya, mereka minta dokumen hasil dari salah satu dari tiga ini:
- IELTS (International English Language Testing System)
- TOEFL iBT (Test of English as a Foreign Language – Internet-Based Test)
- Duolingo English Test
Setiap jenis tes punya keunikan dan kebijakan penerimaannya masing-masing. Beberapa program beasiswa sangat ketat hanya menerima IELTS atau TOEFL, sementara ada juga yang sekarang mulai fleksibel dan menerima hasil Duolingo, terutama untuk early application atau program yang berbasis online.
1. IELTS (International English Language Testing System)
Mari kita mulai dengan yang paling populer, IELTS. Tes ini dikelola bersama oleh British Council, IDP: IELTS Australia, dan Cambridge Assessment English. Jika kamu melihat peta persebaran beasiswa, IELTS bisa dibilang sebagai tiket terusan yang paling aman untuk sebagian besar negara.
Untuk Siapa IELTS Ini?
IELTS sangat direkomendasikan jika target utamamu adalah negara-negara persemakmuran (Commonwealth) seperti Inggris (UK), Australia, Selandia Baru, dan Kanada.
Hampir semua universitas di Eropa juga menerima IELTS tanpa banyak tanya. Beasiswa besar seperti Chevening (UK), AAS (Australia), dan tentu saja LPDP sangat familiar dengan format ini.
Ada dua jenis IELTS, Academic dan General Training. Untuk keperluan beasiswa kuliah (S1, S2, S3), kamu wajib mengambil IELTS Academic. Jangan sampai salah daftar ke General Training yang biasanya hanya dipakai untuk syarat visa kerja atau migrasi.
Persiapan IELTS bisa lebih terarah dan peluang mencapai skor target makin besar, kamu bisa mempertimbangkan program persiapan IELTS yang fokus ke strategi soal dan simulasi ujian.
Format dan Skor Minimal
IELTS menguji empat keterampilan: Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Uniknya, sesi Speaking dilakukan tatap muka langsung dengan penguji manusia (baik secara fisik atau video call di pusat tes). Bagi tipe orang yang butuh lawan bicara nyata untuk bisa luwes, ini adalah keuntungan besar.
Skor Minimal: Untuk beasiswa S2 pada umumnya, target aman adalah Overall Band 6.5. Biasanya ada juga syarat tambahan, seperti “No band less than 6.0”. Artinya, meskipun rata-ratamu 7.0, tapi kalau nilai Writing kamu cuma 5.5, kamu tetap dianggap tidak lolos.
Top Universities, Jika kamu mengincar kampus top dunia (seperti Oxford, Cambridge, atau Ivy League tertentu), persiapkan dirimu untuk mengejar skor 7.0 hingga 7.5.
2. TOEFL iBT
Jika IELTS adalah rajanya Eropa dan Australia, maka TOEFL adalah penguasa di benua Amerika. Dikelola oleh ETS (Educational Testing Service) yang berbasis di Amerika Serikat, tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris dalam lingkungan akademik universitas.
Untuk Siapa TOEFL iBT Ini?
Tes ini adalah pilihan mutlak jika kamu mengejar beasiswa Fulbright atau menargetkan universitas di Amerika Serikat.
Meskipun banyak kampus AS sekarang menerima IELTS, TOEFL iBT sering kali lebih disukai oleh komite penerimaan di sana karena format soalnya yang sangat mencerminkan suasana kelas di kampus Amerika.
Beberapa program di Asia (seperti Korea Selatan atau Jepang) juga terkadang lebih familiar dengan skala nilai TOEFL.
Format dan Skor Minimal
Berbeda dengan IELTS, TOEFL iBT dilakukan 100% menggunakan komputer. Bahkan untuk sesi Speaking, kamu akan berbicara kepada mikrofon dan suaramu direkam untuk dinilai oleh penguji di tempat lain.
Ini sering menjadi kendala bagi mereka yang canggung berbicara sendiri di depan layar atau mudah terdistraksi oleh suara peserta lain di ruangan yang sama.
Soal-soal TOEFL iBT bersifat integrated. Misalnya, kamu diminta membaca teks singkat, mendengarkan rekaman kuliah tentang topik yang sama, lalu berbicara atau menulis esai yang merangkum hubungan keduanya. Ini menuntut kemampuan sintesis informasi yang tinggi.
- Skor Minimal: Untuk program Master (S2), skor aman biasanya dimulai dari 80 hingga 90 (skala 0-120).
- Top Universities: Untuk kampus Tier 1 atau jurusan hukum/bisnis/kedokteran, kamu harus menargetkan skor 100 ke atas.
- Komponen: Perhatikan skor per bagian. Sering kali ada syarat minimal, misalnya Speaking minimal 23 atau Writing minimal 25.
3. Duolingo English Test (DET)
Sejak pandemi COVID-19, Duolingo English Test (DET) muncul sebagai penyelamat dan popularitasnya meroket tajam hingga tahun 2026 ini. Tes ini menawarkan fleksibilitas yang tidak dimiliki oleh dua raksasa sebelumnya.
Untuk Siapa Duolingo Ini?
Duolingo sangat cocok untuk kamu yang memiliki anggaran terbatas atau butuh hasil super cepat. Program pertukaran pelajar seperti IISMA (Indonesian International Student Mobility Awards) sangat populer menggunakan Duolingo.
Ribuan universitas di AS, UK, dan Kanada kini juga menerima DET untuk pendaftaran admission. Namun, kamu harus waspada. Tidak semua pemberi beasiswa menerima Duolingo.
LPDP misalnya, dalam beberapa periode seleksi sebelumnya masih mensyaratkan IELTS/TOEFL sebagai dokumen utama, dan Duolingo sering kali belum setara validitasnya untuk beasiswa penuh pemerintah tertentu.
Format dan Skor Minimal
Tes ini dilakukan secara online dari rumah masing-masing. Durasi tesnya sangat singkat, hanya 1 jam. Sistemnya menggunakan Computer Adaptive Testing, yang berarti jika kamu menjawab benar, soal berikutnya akan makin sulit.
Sebaliknya, jika salah, soal akan jadi lebih mudah. Penilaiannya sangat cepat, hasil bisa didapat dalam 2 hari (48 jam).
- Skor Minimal: Skor DET berkisar antara 10-160. Untuk setara dengan IELTS 6.5, kamu biasanya butuh skor 105 hingga 115.
- Top Universities: Universitas bergengsi biasanya meminta skor 125 atau 130 ke atas.
Jangan Sampai Salah Investasi
Memilih antara Duolingo, TOEFL, atau IELTS bukanlah tentang mana yang lebih keren, tapi mana yang paling strategis untuk tujuanmu.
Jika budget dan waktu memungkinkan, IELTS adalah investasi paling aman karena diterima hampir di mana saja. Namun, jika kamu spesifik ke Amerika, TOEFL adalah rajanya. Dan jika kamu butuh backup cepat atau melamar program yang fleksibel, Duolingo adalah sahabat terbaikmu.
Jika kamu masih merasa bingung harus mulai dari mana, atau merasa skor simulasimu masih stuck di angka yang itu-itu saja, mungkin ini saatnya mencari kursus pesiapan bahasa inggris kredibel sesuai kebutuhan kamu.
Kursus Bahasa Inggris Fluentz siap membantumu membedah kelemahanmu dan mengubahnya menjadi kekuatan lewat metode pembelajaran yang imersif dan menyenangkan untuk mencapai skor maksimal sesuai target tes mu.
Jangan ragu untuk berdiskusi dengan kami mengenai target beasiswamu. Mari kita susun rencana belajar yang efektif bersama-sama.
Yuk, gabung sekarang di program persiapan Kursus Bahasa Inggris kami dan amankan skor terbaikmu untuk seleksi beasiswa tahun ini!






