Metode Pembelajaran Bahasa Inggris Terbaik

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Metode Pembelajaran Bahasa Terbaik
Proses acquisition terjadi ketika seseorang belajar bahasa sebagai anak dan menyerap kosa kata, struktur gramatikal, dan intonasi dari lingkungan sekitarnya.

Halo English learners! Kita pasti sudah tahu betapa pentingnya English skill di era sekarang ini, karena bahasa inggris merupakan bahasa yang paling banyak digunakan dalam komunikasi global. Dalam dunia kerja, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu kualifikasi yang diharapkan oleh perusahaan, baik di perusahaan lokal dan multinasional. Kemampuan bahasa Inggris juga sangat penting dalam bidang pendidikan, dimana banyak mata kuliah dan jurnal ilmiah yang ditulis dalam bahasa Inggris. Selain itu, bahasa Inggris juga diperlukan ketika bepergian ke luar negeri. Dengan demikian, keterampilan bahasa Inggris menjadi sangat penting dalam menunjang karir dan kesempatan yang lebih luas dalam dunia kerja maupun pendidikan. Maka dari itu kita sudah mempelajari bahasa asing sejak dari usia belia.

Namun pertanyaanya adalah “Apakah kamu sudah bisa ngomong lancar sekarang?” Kalau nggak, kenapa masih belum lancar. Padahal kamu sudah belajar bahasa Inggris selama bertahun-tahun. Sudah mulai belajar sejak dari sekolah dasar sampai perkuliahan. Bahkan ada yang belajar dengan mengikuti kursus di lembaga non formal. Lantas, kenapa masih belum lancar? Pasti ada yang salah dong dengan pengajaran bahasa asing atau dalam kasus ini bahasa Inggris? Nah, di artikel kali kamu akan menemukan jawaban atas pertanyaan tentang kenapa kamu masih belum fasih berbicara bahasa Inggris, walaupun sudah bertahun-tahun mempelajarinya. Berikut metode terbaik dan “mudah” dalam mengakuisi bahasa kedua. Yuk, ikuti dan simak pembahasannya!

 

Kesalahan Dalam Belajar Bahasa

Dewasa ini, bahasa asing sudah lumrah diajarkan di sekolah-sekolah di seluruh dunia. Hampir setiap orang mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pelajaran bahasa inggris dan bahasa asing lainnya. Dalam praktiknya, pengajaran bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya serasa tidak maksimal kalau dilihat dari kemampuan berbahasa Inggris para siswa di negeri ini. Salah satu faktor yang menghambat hal itu adalah metode belajar bahasa Inggris yang tidak natural, siswa pada tahap awal sudah dijejali dengan grammar dan kegiatan pembelajaran yang monoton.

Kesalahan dalam belajar bahasa karena metode pengajaran bahasa inggris tersebut dapat menghambat proses pembelajaran dan mengurangi kemampuan seseorang dalam berbahasa. Jadi memang metode belajar berperan vital untuk seorang dalam memahami bahasa. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam komunikasi dan mengurangi kepercayaan diri seseorang dalam berbicara bahasa tersebut. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi dan mengatasi kesalahan yang terjadi dalam belajar untuk berbicara dan tata bahasa bahasa Inggris. Ini dapat dilakukan dengan cara mengevaluasi kemampuan bahasa seseorang secara teratur, menyediakan latihan yang tepat, dan memperoleh bimbingan dari guru atau tutor bahasa yang kompeten.

Selain itu, mengambil peran aktif dalam belajar bahasa juga penting, seperti membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa yang sedang dipelajari, dan berinteraksi dengan orang yang berbahasa asing. Hal ini akan membantu seseorang dalam mengatasi kesalahan yang mungkin terjadi dan meningkatkan kemampuan berbahasa secara keseluruhan.

 

Teori Pemerolehan Bahasa Kedua

Teori second language acquisition (SLA) adalah teori yang membahas tentang proses pembelajaran bahasa kedua atau bahasa asing. Teori ini mempelajari bagaimana seseorang belajar bahasa asing dan mencoba untuk menjelaskan proses, faktor-faktor yang mempengaruhi, dan hasil akhir dari pembelajaran bahasa asing. Teori SLA juga mempelajari perbedaan dalam cara orang belajar bahasa asing dan bagaimana faktor-faktor seperti usia, latar belakang, dan motivasi mempengaruhi proses pembelajaran.

Salah satu teori yang terkenal dalam SLA adalah “Acquisition-Learning Hypothesis” yang dikemukakan oleh Dr. Stephen Krashen. Teori ini menyatakan bahwa pembelajaran bahasa terjadi melalui proses menyerap input yang dapat dipahami secara spontan, bukan melalui proses belajar yang disengaja. Krashen juga mengemukakan konsep comprehensible input yang menjadi dasar dalam metode pembelajaran bahasa yang efektif.

Teori lain dalam SLA adalah “Interlanguage Hypothesis” yang dikemukakan oleh oleh Larry Selinker. Teori ini menyatakan bahwa dalam proses belajar bahasa asing, seseorang akan membuat versi sementara atau “interlanguage” dari bahasa yang dipelajari. Interlanguage ini akan berubah dan berkembang seiring dengan peningkatan keterampilan bahasa seseorang.

Selain itu, ada juga teori “Input Processing Theory” yang dikemukakan oleh Michael Long, yang menyatakan bahwa proses pembelajaran bahasa asing ditentukan oleh cara seseorang memproses input bahasa yang diterima. Teori ini menekankan pentingnya kualitas input dan pengalaman belajar dalam proses pembelajaran bahasa asing.

Secara keseluruhan, teori SLA membantu dalam memahami proses pembelajaran bahasa asing dan membantu dalam mengembangkan metode pembelajaran yang efektif. Penelitian dan teori ini juga membantu dalam meningkatkan pemahaman tentang perbedaan individu dalam proses pembelajaran bahasa asing dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

 

Acquisition-Learning Hypothesis

Acquisition-Learning Hypothesis adalah hipotesis yang menyatakan bahwa ada dua proses yang berbeda yang terjadi dalam pembelajaran bahasa, yaitu acquisition (pembelajaran alami) dan learning (pembelajaran yang disengaja). Proses acquisition terjadi secara tidak sadar dan tidak disengaja, sementara proses learning terjadi dengan disengaja dan sadar.

Proses acquisition terjadi ketika seseorang belajar bahasa sebagai anak dan menyerap kosa kata, struktur gramatikal, dan intonasi dari lingkungan sekitarnya. Proses ini merupakan proses yang alami dan tidak disengaja, seperti ketika anak belajar berbicara dengan mendengarkan orang dewasa.

Sedangkan proses learning terjadi ketika seseorang belajar bahasa sebagai bahasa kedua atau bahasa asing. Proses ini disengaja dan sadar, seperti ketika seseorang belajar bahasa melalui pelajaran di sekolah atau menggunakan buku pelajaran.

Hipotesis Acquisition-Learning ini menyatakan bahwa proses acquisition dan learning memiliki perbedaan dalam mekanisme, cakupan, dan hasil pembelajaran. Proses acquisition cenderung lebih efektif dalam pembelajaran bahasa ibu, sementara proses learning lebih efektif dalam pembelajaran bahasa asing.

 

Teori Comprehensible Input

Teori comprehensible input adalah teori yang dikemukakan oleh Stephen Krashen dalam pembelajaran bahasa asing. Teori ini menyatakan bahwa untuk menguasai suatu bahasa, seseorang harus menerima input yang dapat dimengerti oleh individu tersebut. Input yang dimaksud adalah informasi verbal yang diterima melalui dengar atau baca, seperti kalimat atau teks.

Menurut teori ini, input yang diterima harus memiliki tingkat kesulitan yang sesuai dengan tingkat kemampuan bahasa seseorang. Jika input yang diterima terlalu sulit, individu akan kesulitan untuk memahami dan menguasai bahasa tersebut. Sebaliknya, jika input yang diterima terlalu mudah, individu akan merasa bosan dan tidak akan mendapatkan manfaat yang cukup dari pembelajaran.

Untuk menerapkan teori ini dalam pembelajaran bahasa, para guru atau pendidik harus memberikan input yang sesuai dengan tingkat kemampuan bahasa siswa. Mereka juga harus memberikan cara untuk membuat input yang diterima lebih mudah dimengerti, seperti memberikan arti kata baru atau menjelaskan makna kalimat.

Selain itu, teori ini juga menyarankan agar siswa dibiasakan untuk menggunakan bahasa yang mereka pelajari dalam konteks yang nyata dan dalam situasi yang berbeda. Hal ini akan membuat siswa lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa yang dipelajarinya dan meningkatkan kemampuan komunikasinya.

Teori comprehensible input menjelaskan bagaimana proses pembelajaran bahasa dapat menjadi lebih efektif dengan menyediakan input yang sesuai dengan tingkat kemampuan seseorang dan membuatnya lebih mudah dimengerti. Dengan mengaplikasikan teori ini dalam pembelajaran bahasa, seseorang dapat meningkatkan kemampuan bahasanya dengan lebih cepat dan efektif.

Baca Juga: Cara Termudah Belajar Bahasa Asing Berdasarkan Teori Comprehensible Input Oleh Dr Stephen Krashen

 

Belajar Inggris dengan Metode NFP yang Mudah dan Efektif

Kami sadar dengan apa yang dihadapi para siswa yang belajar bahasa Inggris di Indonesia. Belajar bahasa Inggris dengan hanya berfokus pada grammar dengan praktik yang sangat minim. Maka dari itu, kami mengembangkan sebuah metode yang mudah dan efektif. Metode yang berdasarkan teori language acquisition-nya Stephen Krashen seorang fakar Bahasa yang buku-bukunya menjadi acuan dalam studi-studi tentang bahasa. Beliau menyatakan dalam mempelajari Bahasa baru harus fokus pada comprehensible input yaitu fokus pada pertukaran meaningful messages, practice and repetition. Itu menjadi satu-satunya cara untuk menjadi fasih berbahasa. Metode itu kami beri nama NFP (Natural, Fast, Powerful). Simak detailnya di bawah ini.

Natural

Seperti yang sudah disebutkan di atas, dalam mempelajari bahasa ada yang secara sadar (learning) dan tidak sadar (acquisition). Dalam metode NFP, kita memberikan pengalaman belajar murid kita seperti kita belajar bahasa pertama kali. Yaitu fokus pada pengulangan dan praktik.

Siswa akan dibuat terbiasa dengan kata atau frasa baru hingga paham artinya sesuai konteks. Kemudian langsung praktik dengan tutor kami di setiap sesinya. Bahasa yang disesuaikan dengan level siswa, sehingga suasana belajar akan lebih “smooth”.

Fast

Ketika kita belajar bahasa ibu kita, tidak pernah orang tua kita menerjemahkan bahasa tersebut. Hanya dengan bahasa target dan bayi mengerti secara perlahan. Memahami dari frasa, konteks, mimik wajah dan emosi. Membuat bayi tersebut berbicara tanpa menjermahkan di kepalanya. Berbicara dengan secara otomatis.

Nah, dengan metode ini, kamu diajarkan sebuah bahasa layaknya masa bayi. Dan kami hanya menggunakan bahasa Inggris atau tanpa ada translate atau alih bahasa ketika memberikan pengajaran di dalam kelas. Dengan bahasa pengantar yang 1 level di atas level murid, sesuai dengan teori comprehensible input.

Powerful

Dalam setiap lesson, akan ada objective yang jelas. Kami juga mempunyai learning cycle yang menjadi standar lesson Fluentz, yaitu PPP (Presentation, practice, production). Presentation, di stage ini teacher akan mempresentasikan bahasa baru dengan meaningful context. Practice, di stage ini teacher akan melibatkan lebih siswa untuk mempraktekan sturktur yang sudah dipresentasikan. Production, di stage ini siswa akan diberikan “kebebasan” untuk memproduksi bahasa baru tersebut dengan melakukan role-play dan sejenisnya. Kemudian di akhir teacher akan mengoreksi kesalahan yang dibuat.

Semuanya dibalut dengan materi yang disesuaikan dengan konteks sehari-hari akan membuat kelas menjadi efektif dan efisien. Jadi, dengan menerapkan metode ini membuat kamu menguasai bahasa Inggris dengan cepat.

Demikianlah pembahasan tentang metode NFP dan alasan-alasan pembentukan metode ini yang menjadikan metode ini metode belajar paling efektif karena menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di kelas. Hal ini diperuntukkan agar kamu mendapatkan pengalaman belajar yang se-natural mungkin sesuai dengan teori second language acquisition. Ditambah dengan tutor yang profesional akan menjadikan proses belajar menjadi efektif dan maksimal. Ini membuat metode yang powerful apabila diterapkan dengan baik karena fokus untuk melatih kemampuan berbahasa inggris yang natural dan otomatis.

Dan perlu untuk diingat mempelajari bahasa Inggris adalah proses yang panjang, yang terpenting dalam prosesnya harus selalu percaya diri dan tidak takut salah. Karena membuat kesalahan adalah hal yang lumrah bagi yang sedang belajar bahasa. Begitu pula saat kita berbicara bahasa Indonesia, pasti secara tata bahasa sering kali kita membuat kesalahan. Yang terpenting adalah di otak kita kita berhenti menerjemahkan. Karena ketika kita berbicara secara otomatis tanpa memikirkan tata bahasa, kata-katanya, maupun materi bahasa Inggris lainnya itu berarti kita sudah dalam level mahir berbahasa inggris atau fasih.

Banyak yang sudah mengikuti kursus bahasa Inggris dan bahkan dengan biaya tidak murah, namun hasilnya tidak terlalu signifikan. Itu semua, seperti yang dijelaskan di atas, dikarenakan metodenya yang minim praktik dan menjenuhkan. Jadi, pastikan lembaga bahasa Inggris yang akan kamu jadikan tempat belajar, adalah lembaga yang kredibel dengan metode yang sudah teruji yang membuat kamu bisa belajar bahasa inggris dengan cepat. Dan, belajar bahasa inggris secara online bersama Fluentz bisa menjadi solusi untuk kamu. Dan akan kami pastikan belajar di sini akan sesuai dengan harapan kamu, apalagi setelah menyelesaikan program kursus, kamu akan mendapatkan sertifikat.

Reference:

Schütz, Ricardo E. 1998. Stephen Krashen’s Theory of Second Language Acquisition. Available at https://www.sk.com.br/sk-krash-english.html [Accessed 30 January 2023].

Zahra Bilides, 2023. Using the PPP Method in Language Teaching. Available at https://www.youtube.com/watch?v=tTbvGYZOZo4 [Accessed 29 January 2023].

Fluentz perfect for online courses and other institutes. It’s a complete solution with lms features and functionalities.

Contact Us

STC Senayan Lantai 2 Ruang 89 Jalan Asia Afrika Pintu IX Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270.

0813-9176-8718

 

Chat Sekarang
Hari ini sedang ada Promo bonus sampai 5 sesi! Yuk, langsung chat Mimintz 😎