Hi, Fluenzies!
Zaman makin cepat berubah, begitu juga cara orang berkomunikasi. Kalau kamu sering scroll TikTok, Twitter/X, atau Instagram, pasti sering nemu istilah aneh-aneh yang bikin mikir, “Apaan sih maksudnya?”. Nah, itu dia bahasa gaul Gen Z. Istilah baru terus muncul hampir tiap minggu, dan kadang konteksnya nggak ketebak kalau kamu nggak ngikutin tren.
Makanya, penting banget buat kamu, terutama yang aktif di media sosial atau kerja di bidang kreatif dan komunikasi, untuk ngerti kumpulan bahasa gaul Gen Z yang lagi viral sekarang. Yuk, simak apa aja sih Bahasa Gaul Gen Z yang Popular di Sosial Media?
Kumpulan Bahasa Gaul Gen Z yang Sedang Tren
Istilah-istilah di bawah ini sering digunakan untuk menggambarkan sifat seseorang atau perasaan tertentu. Memahaminya akan membantumu menangkap konteks pembicaraan dengan lebih akurat.
1. Rizz
Istilah ini sempat dinobatkan sebagai Word of the Year 2023 oleh Oxford University Press. “Rizz” sebenarnya adalah potongan dari kata Charisma (karisma). Kata ini digunakan untuk menggambarkan kemampuan seseorang dalam menarik perhatian lawan jenis atau pesona yang memikat.
Contoh penggunaan: “Gila, rizz-nya dia nggak main-main, baru kenalan langsung dapet nomor HP.”
2. Salty
Secara harfiah artinya asin, tapi dalam bahasa gaul, “Salty” merujuk pada perasaan kesal, dendam, atau nyinyir terhadap sesuatu. Biasanya ditujukan pada orang yang memberikan komentar negatif karena iri hati.
Contoh penggunaan: “Jangan dengerin komentar dia, dia cuma salty karena nggak diajak liburan.”
3. Ick
Pernahkah kamu naksir seseorang, tapi tiba-tiba perasaan itu hilang seketika karena dia melakukan hal sepele yang aneh? Itulah yang disebut “Ick”. Perasaan ilfeel (hilang feeling) yang datang tiba-tiba.
Contoh penggunaan: “Aku langsung dapet ick pas liat dia makan bubur diaduk pakai tangan.”
4. Pick Me (Girl/Boy)
Istilah ini memiliki konotasi negatif. “Pick Me” merujuk pada seseorang yang berusaha terlalu keras untuk terlihat berbeda dari gender-nya demi mendapatkan perhatian lawan jenis. Mereka sering merendahkan kaumnya sendiri untuk terlihat “spesial”.
Contoh penggunaan: “Dia pick me banget sih, bilang kalau dia nggak suka drama kayak cewek lain, padahal dia yang mulai.”
5. Main Character Energy
Ini adalah istilah positif. Digunakan untuk seseorang yang percaya diri, hidupnya seru, dan menjadi pusat perhatian seolah-olah dia adalah tokoh utama dalam sebuah film.
Contoh penggunaan: “Vibe liburan kamu bener-bener Main Character Energy, estetik banget!”
6. Red Flag, Green Flag, & Beige Flag
Konsep bendera ini digunakan sebagai sinyal peringatan.
Red Flag: Tanda bahaya. Sifat atau perilaku toksik yang harus dihindari. Contoh: Suka memanipulasi atau kasar.
Green Flag: Tanda aman. Sifat positif yang membuat seseorang layak dijadikan pasangan. Contoh: Pendengar yang baik dan suportif.
7. Ghosting
Mungkin ini yang paling populer. Ghosting adalah perilaku memutuskan komunikasi secara tiba-tiba tanpa penjelasan, padahal sebelumnya intens berhubungan. Pelakunya menghilang seperti hantu.
Contoh penggunaan: “Udah jalan bareng tiga kali, eh tiba-tiba dia ghosting seminggu ini.”
8. Situationship
Hubungan tanpa status yang jelas. Lebih dari teman, tapi bukan pacar. Melakukan aktivitas layaknya pasangan, tapi tidak ada komitmen resmi. Ini sering bikin galau berkepanjangan.
Contoh penggunaan: “Capek banget terjebak di situationship ini, mau cemburu tapi nggak berhak.”
9. Love Bombing
Tindakan memberikan perhatian, hadiah, dan kasih sayang yang berlebihan di awal hubungan dengan tujuan memanipulasi. Biasanya setelah korban terjerat, pelaku akan berubah sikap drastis.
Contoh penggunaan: “Hati-hati, dia cuma love bombing doang itu, nanti juga ditinggalin kalau udah bosen.”
10. Gaslighting
Bentuk manipulasi psikologis di mana seseorang membuat pasangannya mempertanyakan kewarasan atau memori mereka sendiri. Pelaku sering memutarbalikkan fakta agar korban merasa bersalah.
Contoh penggunaan: “Dia selingkuh tapi malah nuduh aku yang posesif, dasar jago gaslighting.”
11. FOMO (Fear of Missing Out)
Ketakutan akan ketinggalan tren atau momen seru yang sedang terjadi. Orang yang FOMO biasanya memaksakan diri ikut-ikutan hal viral agar tetap relevan.
Konteks: Beli tiket konser mahal padahal tidak tahu lagunya, cuma karena takut dibilang kudet (kurang update).
Baca juga: Yapping dan Talking Lagi Viral di TikTok, Tapi Apa Bedanya?
12. YOLO (You Only Live Once)
Prinsip hidup bahwa kita cuma hidup sekali, jadi nikmatilah. Sering dipakai sebagai pembenaran untuk melakukan hal impulsif atau nekat.
Konteks: Belanja barang mahal atau liburan dadakan. “Beli aja lah, YOLO!”
13. OVT (Overthinking)
Istilah yang sudah diindonesiakan dari kata Overthinking. Merujuk pada kebiasaan memikirkan sesuatu secara berlebihan, biasanya terjadi di malam hari sebelum tidur.
Konteks: “Malam-malam gini malah OVT mikirin omongan bos tadi siang.”
14. TMI (Too Much Information)
Digunakan ketika seseorang membagikan detail informasi yang terlalu pribadi atau tidak penting, yang sebenarnya lawan bicaranya tidak ingin tahu.
Konteks: Teman kamu cerita detail masalah pencernaannya. “Duh, TMI banget sih cerita lo.”
15. CMIIW (Correct Me If I’m Wrong)
“Koreksi saya jika saya salah”. Digunakan saat seseorang berpendapat tapi masih membuka ruang untuk dikoreksi karena tidak yakin 100% dengan faktanya.
Konteks: “Kayaknya pendaftaran tutup tanggal 20 deh, CMIIW ya.”
16. Slay
Kata ini mengalami pergeseran makna. Dulu artinya membunuh, sekarang bermakna melakukan sesuatu dengan sangat luar biasa, keren, atau tampil memukau.
Contoh penggunaan: “Outfit kamu hari ini slay banget!”
17. Ate (and left no crumbs)
Mirip dengan Slay. “She ate that” berarti dia berhasil melakukan sesuatu dengan sempurna tanpa celah (tidak menyisakan remah-remah).
Contoh penggunaan: “Performanya di panggung tadi gila banget, she ate and left no crumbs.”
18. POV (Point of View)
Sudut pandang. Sering digunakan dalam konten video untuk mengajak penonton merasakan situasi dari sudut pandang tertentu.
Contoh penggunaan: “POV: Kamu baru gajian tapi tagihan numpuk.”
19. Spill The Tea
“Tea” disini merujuk pada gosip atau kebenaran yang hangat. “Spill the tea” artinya membeberkan rahasia atau menceritakan gosip terbaru.
Contoh penggunaan: “Ayo dong spill the tea, siapa yang kemarin ribut di grup?”
20. Cap / No Cap
“Cap” berarti bohong atau omong kosong. “No Cap” berarti jujur, serius, atau “nggak bohong deh”. Istilah ini berasal dari budaya hip-hop Amerika.
Contoh penggunaan: “Mie ayam di sini enak banget, no cap.”
Jadi, Gimana Biar Kamu Lebih Paham & Fasih?
Kamu bisa mulai dari memperluas kosakata informal dan kontekstual seperti ini, tapi juga jangan lupa belajar struktur Bahasa Inggris yang benar.
Di Fluentz, kamu bisa belajar Bahasa Inggris bukan cuma dari teori, tapi lewat metode Experiential Immersive Learning yang bikin kamu langsung praktek, ngobrol, dan ngebentuk kebiasaan positif dalam berbahasa. Dibimbing langsung dengan tutor yang paham banget sama kebutuhan pembelajar Indonesia, dan pastinya dapet banyak latihan kosakata secara praktis.
Kamu bisa coba English Trial Class (Kelas Percobaan), Gratis cuma di Kursus Bahasa Inggris Online. Yuk, daftar sekarang!









