Interjection Bahasa Inggris: Pengertian, Jenis, Contoh Kalimat

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Interjection bahasa Inggris
Oh my God, I can’t believe I won the lottery!

Hallo English learner! Pernah nggak sih kamu merasa terkejut akan sesuatu. Suatu hal yang membuat kamu teriak, “Wow! Apa itu?”. Dalam bahasa Indonesia ungkapan seperti wow, aduh, astaga, sudah sangat sering kita temui dan kita gunakan ya. Nah, dalam bahasa Inggris juga ada ekspersi-ekspresi seperti ini, yaitu interjection yang biasa juga disebut exclamation atau seruan. Apa itu Interjection? Pada dasarnya interjection tidak memiliki arti khusus, namun arti interjection menyatakan ekspresi tertentu. Kata-kata yang digunakan dalam interjection biasanya diawali penggunaan kata seru dan juga singkat. Dalam grammar, interjection adalah bagian dari part of speech yang tentunya penting untuk kita ketahui sebagai English learners dan biasa dipakai sehari-hari. Jadi, simplenya aja, interjection adalah kata seru dalam bahasa Inggris. 

Pada artikel kali ini, kita akan membahas khusus terkait interjection ini, dari pengertian interjection, jenis-jenis, cara penggunaan berikut dengan contoh-contoh kalimatnya.

Apa Itu Interjection?

Seperti yang sudah dibahas di atas sekilas, pengertian interjection bahasa Inggris adalah jenis kata yang digunakan untuk mengekspresikan emosi, perasaan atau pikiran secara langsung, seperti kejutan, marah, kegembiraan, keterkejutan, atau rasa sakit. Interjection diartikan sebagai kata pendek. Interjection biasanya berdiri sendiri atau sebagai bagian dari kalimat yang lebih besar, dan terkadang ditulis dengan tanda seru atau tanda tanya untuk mengekspresikan intonasi yang tepat. Bisa kita lihat beberapa contohnya di bawah ini.

      • Wow, that’s amazing! (Wow, itu luar biasa!)
      • Ouch, that hurts! (Aduh, sakit!)
      • Yikes, I forgot my keys! (Wah, saya lupa membawa kunci!)
      • Hey, wait for me! (Hei, tunggu aku!)
      • Oh no, I missed my flight! (Oh tidak, saya ketinggalan pesawat!)

Dari kalimat di atas, bisa disimpulkan kalau penggunaan interjection ini cukup beragam. Kamu bisa mengekpresikan di berbagai situasi. Untuk penjelasan lengkap mengenai hal itu, kita paparkan lebih jelas di bawah ini.

Fungsi Interjection dalam Bahasa Inggris

Interjection atau kata seru memiliki beberapa fungsi dalam bahasa lisan dan tulisan. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

1. Mengekspresikan perasaan atau emosi

Fungsi utama interjection adalah untuk mengekspresikan perasaan atau emosi secara langsung dan spontan, seperti kegembiraan, sedih, kesal atau marah, keheranan, kesedihan, ketakutan, ketidaksetujuan, dan sebagainya. Interjection dapat membantu pembicara untuk mengekspresikan perasaan mereka secara lebih akurat dan efektif.

2. Menunjukkan sikap dan nada suara

Penggunaan interjection juga dapat membantu pembicara untuk menunjukkan sikap dan nada suara yang sesuai dengan konteks dan situasi. Misalnya, penggunaan interjection seperti “oh” atau “wow” dapat menunjukkan kekaguman atau kejutan, sedangkan penggunaan interjection seperti “ah” atau “uh” dapat menunjukkan ketidakpastian atau kebingungan.

3. Memperkaya bahasa lisan atau tulisan

Interjection dapat membantu memperkaya bahasa lisan atau tulisan dengan menambahkan nuansa emosi dan ekspresi yang lebih kaya. Interjection dapat membantu membuat percakapan atau tulisan lebih menarik dan terkesan lebih hidup.

4. Menguhubungkan dan memperkuat hubungan sosial

Penggunaan interjection juga dapat membantu dalam membangun hubungan sosial dan menghubungkan dengan orang lain. Dalam percakapan informal, penggunaan interjection seperti “hmm“, “uh-huh“, atau “ah” dapat menunjukkan bahwa pembicara mendengarkan dan memperhatikan pembicaraan orang lain, sehingga memperkuat hubungan sosial antara mereka.

Kesimpulannya, interjection memiliki beberapa fungsi dalam bahasa lisan dan tulisan, seperti mengekspresikan perasaan atau emosi, menunjukkan sikap dan nada suara, memperkaya bahasa, dan menghubungkan serta memperkuat hubungan sosial.

Jenis-jenis Interjection

Interjection dapat digunakan secara bergantian atau bersamaan dengan interjeksi lainnya untuk mengekspresikan perasaan atau emosi yang lebih kompleks. Selain itu, interjection dapat berbeda dalam bahasa yang berbeda, dan terkadang sulit untuk diterjemahkan secara langsung ke dalam bahasa lain.

Dalam interjection bahasa Inggris ini, berdasarkan penggunaanya memiliki beberapa jenis dan masing-masing jenis memiliki tujuan dan penggunaan berbeda.

1. Confession interjection

Interjection jenis pertama ini digunakan untuk menunjukkan persetujuan atau pengakuan terhadap sesuatu yang telah dikatakan atau dilakukan orang lain.

Contoh:

      • Yes!
      • Indeed!
      • Absolutely!
      • Agreed!

2. Joyful interjection

Pada interjection jenis kedua, biasa digunakan untuk mengekspresikan kebahagiaan atau kegembiraan. Ini bisa terjadi ketika kamu mendapatkan kabar gembira atau yang lainnya. Intinya hal yang membuat kamu senang dan gembira.

Contoh:

      • Yay!
      • Wow!
      • Hooray!
      • Woo-hoo!

3. Surprise interjection

Seperti namanya, surprise interjection, kata seru ini digunakan untuk mengungkapkan rasa kaget, terkejut dengan sesuatu yang tidak terduga, seperti adanya suatu kejadian.

Contoh:

      • Oh!
      • Wow!
      • Goodness!

4. Denial interjection

Pada Interjection jenis keempat ini biasa digunakan untuk mengekspresikan penolakan atau ketidaksukaan terhadap sesuatu.

Contoh:

      • No!
      • Nah!
      • Ugh!
      • Yuck!

5. Parting interjection

Interjection ini digunakan untuk mengekspresikan perpisahan atau selamat tinggal.

Contoh:

      • Goodbye!
      • Farewell!
      • Adios!
      • See you later!

Baca Juga: Gerund: Pengertian dan Contoh Kalimatnya

Interjection bahasa Inggris

Cara Penggunaan Interjection

Setelah memahami pengertian dan jenis-jenisnya, sekarang kita akan membahas tentang cara penggunaan interjection. Karena tidak jarang interjection itu memiliki arti khusus sesuai dengan konteks pembahasan dalam percakapan.

1. Menggunakan interjection pada awal kalimat

Penggunaan interjection pada awal kalimat dapat membantu memulai percakapan dengan nuansa emosi yang kuat. Misalnya, “Wow, kamu benar-benar terlihat cantik hari ini!” dapat menunjukkan kekaguman atau pujian yang kuat kepada lawan bicara dengan menggunakan interjection + adjective.

2. Menggunakan interjection di tengah kalimat

Interjection juga dapat ditempatkan di tengah kalimat untuk mengekspresikan perasaan atau emosi yang terkait dengan kata atau frasa yang mendahuluinya. Misalnya, “Saya tadi, uh, lupa membawa kunci mobil” dapat menunjukkan rasa ragu atau ketidakpastian dari pembicara dengan menggunakan interjection + noun.

3. Menggunakan interjection pada akhir kalimat

Penggunaan interjection pada akhir kalimat dapat membantu mengekspresikan perasaan atau emosi yang muncul setelah pembicaraan selesai. Misalnya, “Saya sangat senang melihatmu lagi, hooray!” dapat menunjukkan rasa senang atau kebahagiaan pembicara.

4. Memilih interjection yang tepat

Pilihlah interjection yang tepat sesuai dengan situasi dan konteks pembicaraan. Misalnya, interjection seperti “wow” dan “amazing” cocok untuk mengekspresikan kekaguman, sedangkan interjection seperti “ouch” dan “oh no” cocok untuk mengekspresikan rasa sakit atau kekecewaan.

5. Menyesuaikan nada suara

Interjection biasanya diucapkan dengan nada suara yang khas, seperti suara meninggi atau menurun, tergantung pada jenis interjection dan konteks pembicaraan. Misalnya, interjection seperti “wow” dan “amazing” sering diucapkan dengan nada suara yang meninggi dan antusias, sementara interjection seperti “ouch” dan “oh no” sering diucapkan dengan nada suara yang turun dan merendah.

6. Menghindari penggunaan interjection yang berlebihan

Terlalu sering menggunakan interjection dalam percakapan dapat mengganggu alur pembicaraan dan membuat pembicaraan terdengar tidak efektif. Oleh karena itu, pastikan untuk menggunakan interjection dengan tepat dan sesuai kebutuhan, tanpa terlalu sering mengulanginya.

Dalam ringkasan, penggunaan interjection dalam bahasa lisan dan tulisan dapat dilakukan dengan cara menempatkannya pada awal, tengah, atau akhir kalimat, memilih interjection yang tepat, menyesuaikan nada suara, dan menghindari penggunaan yang berlebihan.

Contoh Interjection dalam Kalimat

Untuk membuat pemahamanmu lebih dalam terkait interjection ini, kamu bisa lihat dan telaah lagi ya, penggunaannya dalam contoh kalimat di bawah ini.

      • “Oh my God, I can’t believe I won the lottery!” (Ya Tuhan, aku tak bisa percaya aku menang lotre!)
      • “Eww, what is that smell?” (Ih, apa itu bauannya?)
      • “Yikes, I almost fell off the cliff!” (Aduh, aku hampir terjatuh dari tebing!)
      • “Bravo, you did an excellent job!” (Hebat, kamu melakukan pekerjaan yang luar biasa!)
      • “Alas, I lost my favorite book.” (Sayang sekali, aku kehilangan buku favoritku.)
      • “Oops, I spilled the coffee on my shirt.” (Ups, aku tumpahkan kopi di baju ku.)
      • “Hush, be quiet or you’ll wake up the baby.” (Sst, jangan berisik atau kamu akan membangunkan bayi.)
      • “Phew, I finally finished the project.” (Hufft, akhirnya aku selesai dengan proyek itu.)
      • “Whoops, I didn’t mean to break your vase.” (Ups, aku tidak bermaksud untuk merusak vas mu.)
      • “Ahem, may I have your attention please? “(Hem, bisakah saya meminta perhatianmu?)
      • “Hurray, we won the championship!”(Hore, kita menang kejuaraan!)
      • “Shh, the movie is about to start.” (Sst, film akan segera dimulai.)
      • “Aww, the puppy is so cute.” (Gemas, anak anjing itu sangat lucu.)
      • “Ugh, I hate getting up early.” (Gelap mata, aku benci bangun pagi.)
      • “Yay, we’re going to Disneyland!” (Wuih, kita akan pergi ke Disneyland!)

Contoh di atas hanya beberapa dari banyak kalimat yang mengandung interjection. Interjection mempunyai maksud untuk mengekspresikan atau menggambarkan perasaan dan emosi dalam pembicaraan. Pastikan untuk memilih interjection yang tepat dan sesuai dengan konteks percakapan.

Sebagai kesimpulan, kata seru dapat menjadi cara yang sangat tepat untuk menambahkan penekanan dan menyampaikan emosi dalam bahasa Inggris yang formal. Tetapi harus perlu diingat ya, kamu harus menggunakannya tetap lebih efisien dan dengan mempertimbangkan konteks dan intonasinya.

Kalau kamu masih butuh penjelasan yang lebih dalam lagi sama materi ini atau ingin meningkatkan bahasa Inggrismu, bisa banget nih kamu ikut bergabung di Fluentz yang mana Fluentz itu merupakan salah satu daftar lembaga kursus bahasa Inggris online terbaik. Kamu nggak akan bosen belajar bahasa Inggris disini, karena kamu sudah pasti di bimbing sama guru-guru profesional dan kamu juga dapat memilih program nya sesuai yang kamu inginkan lho. Dan kamu bisa memilih materi bahasa Inggris yang kamu ingin pelajari.

Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa mengklik link ini.

Fluentz perfect for online courses and other institutes. It’s a complete solution with lms features and functionalities.

Contact Us

STC Senayan Lantai 2 Ruang 89 Jalan Asia Afrika Pintu IX Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270.

0813-9176-8718

 

Chat Sekarang
Hari ini sedang ada Promo bonus sampai 5 sesi! Yuk, langsung chat Mimintz 😎