Penjelasan Infinitive Verb Beserta Contoh Kalimat

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Infinitive verb
“I want to watch movie”

Halo English learners! Beberapa hal penting agar mahir berbahasa Inggris adalah menguasai materi grammar atau tata bahasa, memperkaya kosakata. Selain itu menguasai bentuk-bentuk verb juga tak kalah penting, salah satu di antaranya adalah infinitive verb yang biasa disandingkan dengan gerund. Infinitive adalah bentuk khusus dari kata kerja yang dapat digunakan sebagai noun, adjective, atau adverb. Infinitive biasanya dibuat dengan menambahkan kata to sebelum kata kerja dasar (base verb), dan juga bisa berguna saat mendiskusikan tindakan tanpa benar-benar melakukan tindakan, seperti “I want to watch movie“, atau “I want to study English with you“.

Kata kerja Infinitive sangatlah penting dalam pembentukan kalimat bahasa Inggris, tetapi mengikuti aturan grammar untuk infinitive bisa jadi sedikit rumit. Dalam artikel ini, akan ada penjelasan dan contoh kalimat infinitive termasuk jenis-jenis infinitive. Yuk, belajar dengan fokus sama-sama!

 

Pengertian dan fungsi infinitive

Infinitive adalah bentuk kata kerja yang memungkinkan kata atau sekelompok kata yang digunakan sebagai noun, adjective, atau adverb. Setiap jenis kata kerja dapat dimasukkan ke dalam bentuk infinitive, bahkan phrasal verb. Rumus dari infinitive atau to infinitive dibentuk dengan menambahkan kata to sebelum base form (bentuk dasar) kata kerja, tetapi terkadang base form kata kerja digunakan sendiri. Fungsi infinitive adalah untuk membahas suatu tindakan secara umum, bukan spesifik dari tindakan yang sedang dilakukan. Misalnya, lihat dua kalimat ini:

      • They want to read. (Mereka ingin membaca.)
      • They read. (Mereka membaca.)

Kalimat pertama menggunakan bentuk infinitive dari kata kerja read sebagai kata benda; kata kerja utama dari kalimat tersebut sebenarnya adalah want.

Kalimat kedua menggunakan bentuk standar read sebagai kata kerja yang menunjukan sebuah tindakan.

Di kalimat pertama, tindakan membaca (read) sebenarnya tidak atau belum dilakukan; kalimat itu hanya berfungsi untuk membahas gagasan tentang membaca (read). Berbeda dengan kalimat kedua yang menggambarkan sebuah tindakan (membaca).

Infinitive verb
Jenis-jenis infinitive

 

Apa saja jenis infinitive?

Ada dua jenis utama dalam Infinitive, yaitu full infinitive dan bare infinitive. Di bawah ini, kita akan menjelaskan kapan dan bagaimana menggunakan kedua jenis ini masing-masing. Simak penjelasan tentang jenis infinitive di bawah ini!

Full infinitive

Full infinitive, yang juga dikenal sebagai to-infinitive, adalah infinitive paling sering digunakan dalam tulisan. Kita dapat membuat full infinitive dengan memakai bentuk dasar verb dan menambahkannya “to” setelahnya. Dan mesti kamu ingat, “to” di sini sudah jadi bagian verb bukan preposisi lagi.

Berikut adalah fungsi full infinitive beserta contoh kalimat.

1. Untuk mengekspreikan sebuah niat atau tujuan

Infinitive digunakan untuk menjelaskan mengapa seseorang melakukan sesuatu, sering kali menggantikan frasa “in order to“.

Dalam hal ini, mereka bertindak sebagai kata keterangan (adverb) untuk menjelaskan kata kerja utama.

      • He studied hard to pass the exam. (Dia belajar dengan keras untuk melewati ujian.)
      • He works out every day to stay in shape. (Dia olahraga setiap hari agar tetap bugar.)
      • They saved money to buy a new car. (Mereka menyimpan uang untuk membeli mobil baru.)
      • She is excited to work on her first research project. (Dia senang untuk bekerja pada proyek penelitian pertamanya)

Tidak seperti adverbial clause, infinitive phrase yang digunakan sebagai kata keterangan (adverb) tidak membutuhkan kata kerja aktif (action verb).

2. Untuk memodifikasi kata benda (noun)

Sama seperti full infinitive yang dapat menambahkan informasi tambahan tentang kata kerja, namun bisa juga menjelaskan arti kata benda (noun).

Dalam hal ini, mereka bertindak sebagai kata sifat (adjective) dan adjective phrases.

      • She has a plan to succeed. (Dia memiliki sebuah rencan untuk sukses.)
      • She found a book to read on the shelf. (Dia menemukan sebuah buku untuk dibaca di atas rak.)
      • They are building a machine to automate the process. (Mereka sedang membuat mesin untuk mengotomatisasi proses.)

3. Sebagai subjek kalimat

Jika kamu ingin berbicara tentang suatu tindakan secara umum sebagai subjek kalimat, gunakan bentuk full infinitive.

      • To swim is good for your health. (Berenang baik untuk kesehatanmu)
      • To see the world is to understand it better. (Melihat dunia adalah untuk memahami lebih baik)
      • To know oneself is the beginning of wisdom. (Mengenali diri sendiri adalah awal dari kebijaksanaan.)
      • To love and be loved is the greatest joy of life. (Mencintai dan dicintai adalah kebahagiaan terbesar dalam hidup)

4. Setelah kata sifat (adjective)

Full infinitive bisa menambahkan konteks atau deskripsi tambahan saat digunakan setelah kata sifat (adjective).

      • He was happy to see her. (Dia senang melihatnya.)
      • She was willing to help him with his homework. (Dia rela membantunya dengan PR-nya.)
      • He was afraid to take the test. (Dia takut untuk mengikuti ujian.)

5. Dengan kata too atau enough

Saat menggunakan kata keterangan (adverb) too dan enough, kita menggunakan full infinitive untuk menjelaskan alasannya. Dalam kasus ini, infinitive seringkali tidak diperlukan, tetapi tetap merupakan tambahan yang membantu jika kalimatnya tidak jelas.

      • The project is too difficult to complete on time. (Proyeknya terlalu sulit untuk diselesaikan tepat waktu.)
      • He didn’t work enough to pass the exam. (Dia tidak bekerja cukup untuk lulus ujian.)
      • The cake wasn’t sweet enough to satisfy her craving. (Kue tidak cukup manis untuk memuaskan hasratnya.)

6. Frasa dengan sebagian besar relative pronouns

Gunakan full infinitive dalam frasa yang dimulai dengan salah satu kata relative pronoun, seperti who, whom, what, where, when, dan how, kecuali why.

      • He is the man who wants to help us. (Dia adalah pria yang ingin membantu kami.)
      • I remember the day when we decided to go for a trip. (Saya ingat hari saat kami memutuskan untuk pergi berlibur.)
      • She’s the teacher whom I intend to ask for advice. (Dia adalah guru yang akan saya minta nasihat.)

Perlu diingat bahwa kamu hanya menggunakan full infinitive ketika kata ganti relatif (relative pronoun) digunakan sebagai frasa dan tidak digunakan untuk pertanyaan.

      • I don’t know what to do. [benar]
      • What to do? [salah]

7. Dengan kata kerja (verb) tertentu

Beberapa kata kerja tertentu selalu menggunakan full infinitive jika diikuti oleh verb form. Kata-kata ini masih bisa digunakan tanpa infinitive sama sekali. Tetapi jika mereka menggunakan infinitive, itu harus menjadi full infinitive.

      • Afford
      • Agree
      • Appear
      • Arrange
      • Ask
      • Care
      • Choose
      • Dare
      • Decide
      • Demand
      • Deserve
      • Expect
      • Fail
      • Happen
      • Hope
      • Learn
      • Manage
      • Mean
      • Need
      • Offer
      • Plan
      • Prepare
      • Propose
      • Refuse
      • Remember
      • Say
      • Seem
      • Tend
      • Try
      • Want
      • Wish

Baca Juga: Cara Menggunakan Simple Present Tense Beserta Contohnya

 

Bare infinitive

Bare infinitive adalah bentuk dasar dari kata kerja yang tidak digunakan dengan “to” di depannya. Ini biasanya digunakan dalam konstruksi kalimat tertentu seperti setelah kata kerja modal (can, could, must, shall, will, would, should, may, might) atau setelah kata kerja bantu (do, does, did) dalam kalimat tanya atau negatif.

Berikut contoh penggunaan bare infinitive dalam beberapa situasi:

1. Setelah modal verb

Saat menggunakan infinitive setelah modal verb, kamu tidak perlu menyertakan to.

Modal verb yang umum termasuk should, would, can, may, might, could, will, dan must.

      • She may come to the party later. (Dia kemungkinan datang ke pesta nanti.)
      • They might have left early. (Mereka mungkin pergi lebih awal.)
      • He could finish the project in time. (Dia bisa saja menyelesaikan proyek tepat waktu.

2. Setelah perception verb

Perception verbs adalah kata kerja yang digunakan untuk mengekspresikan persepsi atau perasaan seseorang terhadap sesuatu. Contoh kata kerja persepsi adalah see, hear, smell, taste, dan feelPerception verb menggunakan bare infinitive dan objeknya melakukan tindakan.

Dalam hal ini, urutannya adalah kata kerja utama → objek → bare infinitive.

      • I heard the bird sing. (Saya mendengar burung bernyanyi.)
      • He felt the wind blow. (Dia merasa anginnya berhembus.)
      • I smelled the flowers bloom. (Saya mencium bunga mekar.)

3. Dengan kata kerja let, make, dan do.

Sama seperti kata kerja tertentu yang selalu menggunakan full infinitive, beberapa kata kerja lainnya juga selalu menggunakan bare infinitive.

Ini termasuk kata kerja umum, yang sering digunakan, seperti make, let, dan do. Perlu diingat kata kerja make dan let sering menggunakan direct object, yang berada di antara kata kerja utama dan bare infinitive.

      • He makes me laugh. (Dia membuatku tertawa.)
      • She makes him work hard. (Dia membuatnya bekerja keras.)
      • Let’s get ready for the party. (Ayo siap-siap ke pesta.)
      • They make me join the club! (Mereka membuatku bergabung ke klub ini.)

4. Dengan relative pronoun why

Sementara relative pronoun lainnya menggunakan bentuk full infinitive, kata tanya why menggunakan bare infinitive, terutama digunakan untuk memberikan saran dalam bentuk pertanyaan.

      • Why wear a raincoat when it’s sunny outside? (Mengapa memakai jaket hujan saat cuaca cerah di luar?)
      • Why not ask for directions? (Mengapa tidak meminta arah?)
      • Why bother? (Mengapa repot-repot?)

 

Bagaimana cara menggunakan Infinitive?

Meskipun kita telah membahas penggunaan utama kedua bentuk infinitive, ada beberapa tata bahasa infinitive yang belum kita bahas.

Di bawah ini, kita menjelaskan tiga bidang utama untuk memahami grammar infinitive, yaitu split infinitive, passive infinitive, dan continuous infinitive.

Split infinitive

Split infinitive adalah kalimat yang menempatkan kata lain (biasanya adverb) di antara “to” dan kata kerja dalam infinitive. Contohnya, “to boldly go” dalam kalimat “He wanted to boldly go where no one had gone before” adalah split infinitive, karena adverb “boldly” diletakkan di antara “to” dan kata kerja “go”.
Split infinitive sering dianggap sebagai kesalahan grammar oleh beberapa orang, namun sebenarnya tidak selalu salah. Dalam banyak kasus, split infinitive dapat digunakan untuk mengekspresikan ide dengan lebih jelas dan efektif.
Contoh kalimatnya:
      • She decided to carefully read the instructions. (Dia memutuskan untuk membaca petunjuk dengan hati-hati)
      • He wanted to quickly finish the project. (Dia ingin segera menyelesaikan proyek)
      • She wanted to really understand the concept. (Dia ingin benar-benar memahami konsep)
      • He made a promise to always be honest. (Dia membuat janji untuk selalu jujur)
      • I am going to try to truly enjoy the experience. (Saya akan mencoba untuk benar-benar menikmati pengalaman)
Sebagai catatan, kalimat-kalimat di atas menunjukkan bahwa menempatkan adverb di tengah “to” dan kata kerja dapat membuat kalimat menjadi lebih efektif dan jelas dalam mengekspresikan pikiran dan perasaan. Namun, penting untuk diingat bahwa split infinitive juga dapat menyebabkan kalimat menjadi kurang formal dan kurang diterima dalam konteks tertentu.

Baca Juga: 13 Jenis Teks Dalam Bahasa Inggris Lengkap Beserta Contohnya

Passive Infinitive

Passive infinitives digunakan dalam konstruksi pasif, di mana subjek kalimat menerima aksi yang dilakukan oleh objek kalimat. Bentuk infinitive dasar dari kata kerja digunakan dalam konstruksi pasif dengan menambahkan “to” di depannya.

Untuk passive infinitive, gunakan auxiliary be + past participle. Misalnya, jika kamu ingin mengubah to do menjadi passive infinitive, gunakan to be done. kamu bisa menggunakan passive infinitive dengan full infinitive dan base infinitive.

      • The car needs to be washed before it can be driven. (Mobil itu perlu dicuci sebelum dapat digunakan)
      • The letter must be delivered by tomorrow. (Surat itu harus disampaikan besok)
      • The building is being constructed by a team of skilled workers. (Bangunan itu sedang dibangun oleh tim pekerja terampil)
      • The cake needs to be baked. (Kue itu perlu dibakar)
      • The book should be read. (Buku itu sebaiknya dibaca)

Continuous infinitive

Seperti kata kerja dalam continuous tense, continuous infinitive adalah kata kerja yang mewakili tindakan yang sedang berlangsung. Continuous infinitives menggunakan kata be + present participle (bentuk -ing). Sebagai contoh, untuk membuat infinitive to do menjadi continuous infinitive, gunakan to be doing. Sama seperti passive infinitive, continuous infinitive dapat digunakan untuk full infinitive dan bare infinitive.

Contoh kalimat continuous infinitives:

      • That kid was waiting to be picked up by her mom. (Anak itu sedang menunggu untuk diambil oleh ibunya)
      • I am hoping to be accepted into the program. (Saya berharap diterima ke dalam program tersebut)
      • He will be working late tonight. (Dia akan sedang bekerja malam ini)
      • She was singing to entertain the guests. (Dia sedang menyanyi untuk menghibur tamu-tamu)
      • We are planning to go on vacation next month. (Kami sedang merencanakan untuk berlibur bulan depan)

Dalam semua contoh di atas, continuous infinitive digunakan untuk menunjukkan bahwa aksi tersebut sedang berlangsung pada saat tertentu di masa lalu, masa kini, atau masa depan.

 

Infinitive vs Gerund

Kalau kita berbicara tentang infinitive pasti membahas gerund juga. Berikut adalah perbedaannya. Infinitive adalah bentuk dasar dari kata kerja yang digunakan sebagai subjek atau objek dalam kalimat. Sedangkan, gerund adalah bentuk noun (kata benda) dari kata kerja yang digunakan sebagai subjek atau objek dalam kalimat dan ditandai dengan akhiran “-ing”.

Contoh kalimat infinitive:

      • “I hope to play the guitar well one day.” (Saya berharap dapat bermain gitar dengan baik suatu saat nanti)
      • “I plan to travel abroad next year.” (Saya berencana untuk pergi ke luar negeri tahun depan)

Contoh kalimat gerund:

      • Swimming is good for your health.” (Berenang baik untuk kesehatanmu)
      • “Traveling abroad is an exciting experience.” (Perjalanan ke luar negeri merupakan pengalaman yang menyenangkan)

Perbedaan utama antara infinitive dan gerund adalah infinitive digunakan dengan “to” di depan kata kerja, sementara gerund tidak.

 

Perbedaan Infinitives dan prepositional phrases

Karena infinitive sering menggunakan to, hati-hati membingungkannya dengan prepositional phrases. To adalah preposisi umum, tetapi penggunaannya dalam infinitive berbeda.

Ketika to digunakan dalam prepositional phrases, selalu mengambil kata benda sebagai objek.

      • He is going to the store. (Dia akan pergi ke toko.)
      • He is going to the beach to swim. (Dia akan pergi ke pantai untuk berenang.)

Ketika to digunakan dalam infinitive, to diikuti dengan kata kerja

Bahkan jika infinitive bertindak sebagai kata benda, itu masih mengandung bentuk dasar (base form) dari kata kerja.

      • He plans to visit his family next month. (Dia berencana untuk mengunjungi keluarganya bulan depan.)
      • She’s learned to speak French fluently. (Dia sudah belajar bahasa Francis dengan lancar.)

 

Apa itu infinitive phrase?

Infinitive tidak harus berdiri sendiri. Seperti yang bisa kamu tahu dari beberapa contoh infinitive di atas, infinitive bisa bekerja dengan kata lain untuk membentuk apa yang disebut infinitive phrase. Infinitive phrase adalah frasa yang diawali oleh infinitive (bentuk dasar kata kerja) dan diikuti oleh objek, keterangan, atau modifier lainnya. Infinitive phrase digunakan untuk menyatakan tujuan, alasan, atau cara dari aksi yang dilakukan oleh subjek kalimat.

Contohnya, dalam kalimat “I want to eat dinner” (Saya ingin makan malam), “to eat dinner” adalah infinitive phrase yang menyatakan tujuan dari aksi “want” (ingin). Begitu juga dalam kalimat “She decided to buy a new car” (Dia memutuskan untuk membeli mobil baru), “to buy a new car” adalah infinitive phrase yang menyatakan alasan dari aksi “decided” (memutuskan).
Berikut ini beberapa contoh kalimat lain yang menggunakan infinitive phrase:
      • He needed to take a break from English class. (Dia perlu beristirahat dari kelas bahasa Inggris)
      • We agreed to meet at the park. (Kami setuju untuk bertemu di taman)
      • She likes to visit her grandparents. (Dia suka untuk mengunjungi kakek dan neneknya segera)
      • I forgot to bring my keys. (Saya lupa membawa kunci)
      • He decided to come to party. (Dia memutuskan untuk pergi ke pesta)
      • They tried to finish the project on time. (Mereka mencoba untuk menyelesaikan proyek tepat waktu)
      • He needed to study more to pass the exam. (Dia perlu belajar lebih banyak untuk lulus ujian)
      • She wants to study in the best school in the city. (Dia ingin belajar di sekolah terbaik yang ada di kota.)

Dalam semua contoh diatas, infinitive phrase biasa kita gunakan untuk menyatakan tujuan, alasan, atau cara dari aksi yang dilakukan oleh subjek kalimat.

 

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dan pengertian infinitive verb. Kesimpulannya Infinitive adalah kata kerja yang didahului oleh to dan berfungsi sebagai kata benda, kata sifat, atau kata keterangan. Fungsi dari infinitive verb adalah untuk menyatakan pendapat, tujuan suatu objek, aksi, serta menjawab pertanyaan siapa, apa, atau kenapa. Kamu harus benar-benar paham, karena ini adalah salah satu materi yang penting untuk meningkatkan writing dan speaking skill kamu.
Zaman sekarang banyak materi belajar yang bisa di akses secara gratis, dan memungkinkan untuk belajar secara mandiri. Namun, jika kamu ada yang membimbing proses belajarmu, kamu bisa mulai mencari kursus bahasa Inggris online terbaik yang ada di kotamu. Dan Fluentz adalah salah satu dari yang terbaik, karena kami menggunakan metode NFP yang fokus kepada praktek dengan hanya menggunakan bahasa Inggris di dalam kelas. Jadi, mulai sekarang kamu terus semangat belajar ya!

Fluentz perfect for online courses and other institutes. It’s a complete solution with lms features and functionalities.

Contact Us

STC Senayan Lantai 2 Ruang 89 Jalan Asia Afrika Pintu IX Gelora Senayan, Jakarta Pusat 10270.

0813-9176-8718

 

Chat Sekarang
Hari ini sedang ada Promo bonus sampai 5 sesi! Yuk, langsung chat Mimintz 😎