Contoh Percakapan Bahasa Inggris di Pesawat dan Artinya (Lengkap)
Naik pesawat ke luar negeri itu seru, tapi bisa jadi bikin panik kalau kamu nggak siap ngomong bahasa Inggris sama pramugari atau penumpang lain.
Berikut contoh percakapan bahasa Inggris di pesawat lengkap sama artinya yang bisa kamu pelajari sebelum terbang.
Hafalin beberapa frasa kunci di bawah ini, dan kamu bakal jauh lebih tenang selama penerbangan.
Saat Boarding dan Mencari Kursi
Momen pertama yang bikin deg-degan biasanya waktu masuk pesawat dan cari seat number. Dialog ini sering banget terjadi antara penumpang dan pramugari.
Passenger: “Excuse me, could you help me find my seat? I’m in 24A.”
(Permisi, bisa bantu saya cari kursi? Saya di 24A.)
Flight Attendant: “Of course\! Walk straight down this aisle, and 24A will be on your left by the window.”
(Tentu\! Jalan lurus lewat lorong ini, dan 24A ada di sebelah kiri dekat jendela.)
Passenger: “Thank you. Is there space in the overhead bin for my bag?”
(Terima kasih. Apa masih ada ruang di bagasi atas buat tas saya?)
Flight Attendant: “Let me check… Yes, there’s still room. Let me help you with that.”
(Saya cek dulu… Ya, masih ada ruang. Saya bantu ya.)
Passenger: “That’s very kind of you. Thanks\!”
(Baik sekali. Terima kasih\!)
Frasa “Could you help me find my seat?” itu paling aman dan sopan buat minta bantuan pramugari. Kamu juga bisa pakai “Where is seat number…?” kalau mau lebih singkat.
Memesan Makanan dan Minuman ke Pramugari
Waktu pramugari datang bawa trolley makanan dan minuman, kamu perlu tahu cara memesan dengan jelas. Biasanya pramugari bakal nawarin pilihan, jadi tinggal jawab aja.
Flight Attendant: “Would you like something to drink? We have water, juice, coffee, and tea.”
(Mau pesan minuman? Kami punya air, jus, kopi, dan teh.)
Passenger: “Can I have an orange juice, please?”
(Boleh minta jus jeruk?)
Flight Attendant: “Sure. And for your meal, would you prefer chicken or fish?”
(Tentu. Untuk makanannya, mau ayam atau ikan?)
Passenger: “I’ll go with the chicken, please.”
(Saya pilih ayam.)
Flight Attendant: “Here you go. Enjoy your meal\!”
(Ini dia. Selamat menikmati\!)
Passenger: “Thank you so much.”
(Terima kasih banyak.)
Frasa “Can I have…” dan “I’ll go with…” itu dua cara paling umum buat memesan sesuatu di pesawat. Simpel dan langsung dipahami.
Meminta Selimut atau Bantal
Penerbangan panjang kadang bikin kedinginan, apalagi kalau AC pesawat kencang banget. Jangan sungkan minta blanket atau pillow ke pramugari.
Passenger: “Excuse me, could I get a blanket? It’s a bit cold in here.”
(Permisi, boleh minta selimut? Agak dingin di sini.)
Flight Attendant: “Of course. Would you like a pillow as well?”
(Tentu. Mau sekalian bantal juga?)
Passenger: “Yes, please. That would be great.”
(Iya, mau. Itu bagus banget.)
Flight Attendant: “Here you are. Let me know if you need anything else.”
(Ini dia. Kabari saya kalau butuh yang lain.)
Passenger: “Will do. Thank you\!”
(Pasti. Terima kasih\!)
Ngobrol dengan Penumpang Sebelah
Kadang penumpang di sebelah kamu ngajak ngobrol, dan kamu perlu bisa merespons dengan friendly. Percakapan ringan kayak gini biasanya soal tujuan perjalanan atau asal negara.
Seatmate: “Hi\! Is this your first time flying to Singapore?”
(Hai\! Ini pertama kalinya kamu terbang ke Singapura?)
Passenger (Kamu): “Hi\! Actually, it’s my second time. I went there last year for a holiday. How about you?”
(Hai\! Sebenarnya ini yang kedua kali. Saya ke sana tahun lalu buat liburan. Kamu sendiri?)
Seatmate: “I go there quite often for work. It’s a nice city, isn’t it?”
(Saya sering ke sana buat kerja. Kotanya bagus ya?)
Passenger: “Definitely\! I love the food there. Do you have any restaurant recommendations?”
(Pasti\! Saya suka makanannya. Punya rekomendasi restoran?)
Seatmate: “Oh, you should try the hawker centers. The food is amazing and really affordable.”
(Oh, kamu harus coba hawker center. Makanannya enak banget dan murah.)
Passenger: “Sounds great. I’ll check it out. Thanks for the tip\!”
(Kedengarannya bagus. Saya coba nanti. Makasih tipsnya\!)
Ngobrol sama penumpang sebelah itu cara bagus buat latihan speaking. Topik yang aman biasanya soal destinasi, makanan, atau cuaca. Hindari topik sensitif kayak politik atau agama.
Saat Turbulensi dan Pengumuman
Turbulensi bisa bikin panik, tapi kalau kamu paham pengumuman dari pilot atau pramugari, kamu bakal lebih tenang. Berikut contoh percakapan dan pengumuman yang sering terdengar.
Captain (Pengumuman): “Ladies and gentlemen, we are experiencing some turbulence. Please return to your seats and fasten your seatbelts.”
(Bapak dan ibu sekalian, kita sedang mengalami turbulensi. Silakan kembali ke kursi dan kencangkan sabuk pengaman.)
Passenger (Kamu): “Excuse me, is the turbulence going to last long?”
(Permisi, turbulensinya bakal lama?)
Flight Attendant: “It should pass in about ten to fifteen minutes. Nothing to worry about, this is quite normal.”
(Harusnya lewat dalam sekitar sepuluh sampai lima belas menit. Nggak perlu khawatir, ini cukup normal.)
Passenger: “Okay, thank you. I just get a little nervous during turbulence.”
(Oke, terima kasih. Saya memang agak gugup waktu turbulensi.)
Flight Attendant: “That’s completely understandable. Just keep your seatbelt fastened and try to relax.”
(Itu sangat bisa dimengerti. Tetap kencangkan sabuk pengaman dan coba rileks.)
Kata kunci yang perlu kamu tahu saat ada pengumuman: “fasten your seatbelt” (kencangkan sabuk pengaman), “remain seated” (tetap duduk), dan “turbulence” (guncangan udara). Kalau paham tiga frasa ini, kamu nggak bakal panik.
Saat Landing dan Keluar Pesawat
Momen terakhir di pesawat biasanya soal persiapan landing dan keluar dari kabin. Kadang kamu juga perlu nanya soal connecting flight atau bagasi.
Captain (Pengumuman): “We will be landing in approximately twenty minutes. Please make sure your seatbelt is fastened and your tray table is in the upright position.”
(Kita akan mendarat dalam sekitar dua puluh menit. Pastikan sabuk pengaman terpasang dan meja lipat dalam posisi tegak.)
Passenger (Kamu): “Excuse me, I have a connecting flight to Tokyo. Could you tell me which gate I should go to?”
(Permisi, saya punya penerbangan lanjutan ke Tokyo. Bisa kasih tahu saya harus ke gate mana?)
Flight Attendant: “You’ll need to check the departure board after you exit. But I believe flights to Tokyo usually depart from Terminal 2.”
(Kamu perlu cek papan keberangkatan setelah keluar. Tapi setahu saya penerbangan ke Tokyo biasanya berangkat dari Terminal 2.)
Passenger: “Got it. And will my luggage be transferred automatically?”
(Paham. Dan apakah bagasi saya dipindahkan otomatis?)
Flight Attendant: “If it was checked through to Tokyo, yes. But you can confirm at the transfer desk just to be safe.”
(Kalau sudah di-check sampai Tokyo, iya. Tapi kamu bisa konfirmasi di transfer desk buat jaga-jaga.)
Passenger: “Thank you for your help. Have a great day\!”
(Terima kasih bantuannya. Semoga harinya menyenangkan\!)
Frasa “connecting flight” (penerbangan lanjutan) dan “checked through” (bagasi yang didaftarkan sampai tujuan akhir) itu penting banget buat kamu yang transit. Pastikan kamu tahu dua istilah ini sebelum terbang.
Tips Lancar Percakapan Bahasa Inggris di Pesawat
Supaya makin pede ngomong bahasa Inggris selama penerbangan, kamu bisa coba tiga tips berikut.
Pertama, hafalkan frasa-frasa kunci sebelum terbang. Kamu nggak perlu fasih, cukup kuasai kalimat dasar kayak “Can I have…”, “Excuse me…”, dan “Could you help me…”. Tiga frasa ini sudah cukup buat hampir semua situasi di pesawat.
Kedua, dengarkan pengumuman dengan saksama. Pengumuman pilot dan pramugari biasanya pakai kalimat yang sama di setiap penerbangan. Kalau kamu sudah familiar sama polanya, kamu bakal langsung paham tanpa perlu mikir lama.
Ketiga, jangan malu bertanya. Pramugari sudah terbiasa melayani penumpang dari berbagai negara. Mereka nggak bakal menilai grammar kamu, yang penting pesannya sampai.
Semua contoh percakapan di atas bisa langsung kamu hafalkan sebelum penerbangan berikutnya. Dari boarding sampai landing, setiap situasi sudah lengkap sama artinya biar kamu nggak bingung. Yang penting, jangan malu buat langsung praktik, pramugari dan penumpang lain nggak akan menilai grammar kamu.